KEGIATAN UPACARA BENDERA



KEGIATAN PENGUMPULAN MINYAK JELANTAH
Satu tindakan kecil, dampak besar bagi bumi!
Jelantah tak lagi terbuang, kelestarian lingkungan kita jaga!
hari ini jum'at 05 Juni 2026 adalah kompilasi momen partisipasi antusias siswa-siswi dan guru-guru dalam program Pengumpulan Minyak Jelantah di lingkungan SMAN 38 Jakarta. Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya akan diolah secara bertanggung jawab untuk diubah menjadi biodiesel, sekaligus mengurangi limbah berbahaya. Bangga menjadi bagian dari Generasi Adiwiyata SMAN 38 Jakarta yang sadar dan peduli lingkungan!

KEGIATAN PENGAJIAN BERSAMA
"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Memulai hari Jum'at, 05 Juni 2026 dengan lantunan indah Surat Al-Mulk bersama anak Rohis SMAN 38 Jakarta Suasana syahdu di lapangan SMAN 38 Jakarta pagi ini benar-benar menyejukkan jiwa. Di bawah langit pagi, kami bersimpuh bersama, menyatukan hati dalam tadarus yang khidmat.
Semoga kelak Surat Al-Mulk yang kita baca hari ini menjadi penyelamat dan penerang bagi kita semua. Selamat hari Jumat, jangan lupa tebar kebaikan hari ini ya!
UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026
"Menjaga Jangkar Moral Bangsa dari Bangku Sekolah"
Senin, 1 Juni 2026 — SMAN 38 Jakarta melaksanakan Upacara Bendera memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 dengan khidmat di lapangan sekolah. Upacara ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf tata usaha.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Zulfiszan Thaimiyah, S.Pd., M.Hum. selaku Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan dan Humas membacakan langsung amanat resmi dari Kepala BPIP.
Sesuai dengan tema tahun ini, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", beliau menegaskan poin penting isi pidato:
- Jangkar Moral & Filter Krisis: Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan benteng pertahanan moral di tengah hantaman turbulensi global dan disrupsi teknologi masif.
- Bintang Penunjuk Arah: Nilai luhur Pancasila harus membumi menjadi kompas penuntun tindakan nyata sehari-hari seluruh generasi muda SMAN 38 Jakarta.
- Seruan Gotong Royong: Mengesampingkan perbedaan demi memperkokoh persatuan dan perdamaian.
Mari jadikan momentum 1 Juni ini untuk menyalakan terus api Pancasila dalam jiwa kita!




LEPAS SAMBUT KASUBBAG TATA USAHA









PRESTASI MURID SMA NEGERI 38 JAKARTA TAHUN AJARAN 2025/2026




KEGIATAN UPACARA BENDERA





KEGIATAN TASYAKURAN KELAS XII TAHUN AJARAN 2025/2026
TASYAKURAN KELULUSAN KELAS XII ANGKATAN 46
Tahun Ajaran 2025/2026
“*Transforming Experiments into Lessons and Change into Strength*”
Hari yang penuh syukur, haru, dan kebanggaan.
Perjalanan panjang Angkatan 46 akhirnya sampai pada salah satu titik terbaik: merayakan proses, perjuangan, dan pencapaian bersama.
Rangkaian acara Tasyakuran Kelulusan tahun ini berlangsung khidmat dan meriah, dimulai dengan kirab guru yang diiringi alunan musik Gambang Kromong serta penyambutan oleh ekskul Paskibra dan Tari Tradisional. Acara dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan penghargaan siswa berprestasi akademik dan nonakademik, pengalungan medali setiap kelas XII, hingga penampilan short movie dan video perjalanan EXPERIA yang membawa banyak kenangan.
Tema tahun ini menjadi refleksi perjalanan seluruh siswa: bagaimana setiap eksperimen kehidupan berubah menjadi pelajaran, dan setiap perubahan menempa kekuatan untuk melangkah lebih jauh.
Terima kasih kepada seluruh guru, orang tua, panitia, dan semua pihak yang telah membersamai perjalanan Angkatan 46.
Selamat untuk seluruh siswa kelas XII.
Langkah kalian baru dimulai — terus tumbuh, terus belajar, dan terus memberi arti.
KEGIATAN PENGAJIAN BERSAMA SMA NEGERI 38 JAKARTA
Menjaga Tauhid, Membangun Generasi Beriman
Alhamdulillah, Pengajian Bulanan Guru dan Karyawan SMAN 38 Jakarta telah terlaksana dengan lancar pada Jumat, 22 Mei 2026 di Ruang Audio Visual bersama Ustadz Johar Indra Surya, S.H.
Dalam kajian kali ini, kami diajak mengambil hikmah dari perjuangan dakwah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dakwah tidak hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang menjaga keimanan generasi, membangun lingkungan yang baik, serta menghadirkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Disampaikan pula bagaimana Nabi Ismail AS menggunakan bahasa Arab sebagai sarana dakwah agar pesan kebaikan dapat dipahami dan diterima masyarakat dengan lebih baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa dakwah memerlukan hikmah, pendekatan yang tepat, dan keteladanan.
Kajian ini juga dikaitkan dengan doa Nabi Ibrahim AS dalam QS Ibrahim ayat 35:
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.”
Doa tersebut mengandung harapan besar agar tercipta generasi yang beriman, lingkungan yang aman, serta kehidupan yang senantiasa berada dalam keberkahan Allah SWT.
Semoga majelis ilmu ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menebarkan kebaikan dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.






UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2026
SMAN 38 Jakarta Teguhkan Semangat Kebangkitan Nasional melalui Upacara Harkitnas ke-118 dan Apresiasi Literasi Guru
Jakarta, 20 Mei 2026 — SMAN 38 Jakarta melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah tersebut menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat semangat persatuan, pendidikan, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Upacara berlangsung tertib di lingkungan sekolah dengan petugas upacara dari Paskibra SMAN 38 Jakarta yang menjalankan tugas secara disiplin dan penuh tanggung jawab. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Imam Syahrul Ramadhan, S.Pd., yang menyampaikan amanat berdasarkan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
Dalam peringatan Harkitnas tahun ini, pemerintah mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menegaskan bahwa kebangkitan nasional di era modern tidak lagi dimaknai semata sebagai perjuangan fisik, melainkan perjuangan intelektual, penguatan karakter, serta kemampuan bangsa dalam menjaga kedaulatan informasi dan kualitas sumber daya manusia.
Melalui amanat yang disampaikan, seluruh warga sekolah diajak untuk memahami bahwa generasi muda merupakan “tunas bangsa” yang harus dijaga, dibimbing, dan dipersiapkan secara matang agar mampu menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan transformasi digital yang terus berkembang pesat. Pendidikan, literasi digital, serta pembentukan karakter menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, adaptif, dan berintegritas.
Selain itu, pidato Menteri Komunikasi dan Digital juga menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi anak-anak dan remaja. Kemajuan teknologi diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kualitas pembelajaran, kreativitas, dan produktivitas, bukan justru membawa dampak negatif terhadap perkembangan generasi muda.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di SMAN 38 Jakarta juga menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung penguatan budaya literasi dan pengembangan intelektual warga sekolah. Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Lomba Esai Guru SMAN 38 Jakarta dalam rangka memperingati Hardiknas 2026.
Adapun para pemenang lomba esai guru adalah sebagai berikut:
Juara 1 : Ibu Nurhidayah, S.Ag
Juara 2 : Bapak Ahmad Riza Maulana, S.Pd
Juara 3 : Ibu Cipi Serlinika, S.Pd., M.Pd
Lomba esai tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk menuangkan gagasan, refleksi, dan kontribusi pemikiran dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebangkitan nasional dapat diwujudkan melalui budaya literasi, inovasi, dan penguatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, SMAN 38 Jakarta berharap seluruh warga sekolah dapat terus menumbuhkan semangat belajar, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi aktif dalam membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu menjaga martabat bangsa di tengah perkembangan zaman.







KEGIATAN ROADSHOW WORKSHOP MEMBACA
Membaca Lebih Dalam, Berpikir Lebih Kritis
Selasa, 12 Mei 2026
SMAN 38 Jakarta berkesempatan mengikuti kegiatan DISPUSIP: Roadshow Workshop Membaca????
Kegiatan ini tidak hanya mengajak siswa untuk membaca, tetapi juga membimbing mereka memahami isi bacaan secara lebih mendalam—mulai dari menemukan ide pokok, membedakan fakta dan opini, hingga mengolah informasi menjadi pemahaman yang utuh.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa terlibat aktif dalam diskusi, praktik membaca, serta berbagi hasil pemikiran mereka. Hal ini menunjukkan bahwa literasi dapat dikemas secara menarik dan bermakna bagi peserta didik.
Bagi SMAN 38 Jakarta, kegiatan ini menjadi refleksi penting bahwa penguatan budaya literasi perlu terus diupayakan melalui pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan terbuka terhadap berbagai perspektif.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya generasi pembelajar sepanjang hayat.
Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada DISPUSIP (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) atas terselenggaranya kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat ini.







KEGIATAN DONOR DARAH
Aksi Nyata Selamatkan Jiwa
Bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa besar kita peduli.
Senin, 11 Mei 2026
SMAN 38 Jakarta telah melaksanakan kegiatan Donor Darah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
Setiap tetes darah yang didonorkan bukan sekadar bantuan, tetapi harapan bagi mereka yang sedang berjuang. Dari ruang sederhana di sekolah, lahir kontribusi besar yang mampu menyelamatkan banyak nyawa.
Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI Depok) serta peran aktif Tim PMR SMAN 38 Jakarta yang membantu jalannya kegiatan, mulai dari proses pendaftaran, pendampingan peserta, hingga memastikan kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Antusiasme siswa, guru, dan tenaga kependidikan menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tumbuh dan hidup di lingkungan sekolah. Inilah pembelajaran yang sesungguhnya—tentang empati, kepedulian, dan aksi nyata.
Hari ini kita berbagi, esok harapan itu kembali.







